Penjualan PCX Jauh Ditinggal NMax, Ini Alasan Honda

PCX selama November hanya terjual 42 unit.

Penjualan sepeda motor Honda pada November mengalami penurunan sebanyak 9,84 persen dengan total penjualan 565.066 unit, dibandingkan bulan sebelumnya. Hal yang paling mengejutkan, terlihat dari motor skuter matik bertubuh bongsor milik Honda, PCX.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), terlihat penjualan PCX pada November hanya sebanyak 42 unit. Angka tersebut jauh menurun bila dibandingkan Oktober yang mampu mencetak penjualan sebanyak 435 unit.

Menanggapi hal tersebut, Deputy Head of Corporate CommunicationPT AHM, Ahmad Muhibbuddin mengatakan, bila PCX merupakan barang CBU (Completely Build Up), sehingga pasokan yang ada di Tanah Air sangat tergantung dari tempat motor ini dibuat.

“Model itu (PCX) kan impor, jadi semuanya sangat tergantung dengan pasokan yang ada,” ungkap Muhibbuddin saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu 16 Desember 2015.

Kendati demikian, ia mengakui lesunya penjualan PCX karena serapan pasar yang lebih menginginkan skutik dengan harga terjangkau.

"Saat ini, market memang sedikit sulit, karena skutik premium permintaannya tidak sebanyak skutik biasa," katanya.

Saat dibandingkan dengan rivalnya Yamaha NMAX, pria yang akrab disapa Muhib ini merasa bila segmen pasar PCX dengan NMAX sangatlah berbeda. Meskipun, kedua motor tersebut memiliki kemiripan dari segi kapasitas mesin dan desain motor.

“Kami beda segmen, meskipun sama-sama memiliki kapasitas mesin 150cc. Bukan kompetitor (Yamaha NMAX), karena konsep berbeda, konsumen yang membeli juga sama. Karena, yang membeli PCX itu mereka yang ingin memiliki desain, teknologi, tampilan, dan kenyamanan lebih baik. Wajar bila harga PCX memang sedikit lebih mahal,” katanya.

Sebagai informasi, pada periode Januari-November 2015, Honda hanya berhasil menjual PCX sebanyak 3.845 unit. Sementara itu, Yamaha memproduksi NMAX untuk pasar lokal dan ekspor sebanyak 104.088 unit. (art)