Penjualan PCX Anjlok, AHM Tetap Bergeming

Honda belum mau memproduksi PCX di Indonesia.

Penjualan skuter matik Honda tipe PCX anjlok pada November 2015. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), hanya 42 unit PCX yang dikirim ke diler.

Angka tersebut jauh menurun bila dibandingkan bulan sebelumnya, yang mampu mencetak penjualan sebanyak 435 unit.

Hingga saat ini, skutik dengan tubuh bongsor ini masih didatangkan secara langsung dari Vietnam. Alhasil, harga jualnya menjadi tinggi, akibat adanya pajak impor kendaraan. PCX saat ini dilepas dengan kisaran harga Rp39,8 juta.

Sedangkan untuk rivalnya, yakni Yamaha NMAX, dijual dengan harga yang lebih murah. Yamaha bisa melakukan hal tersebut, karena NMAX diproduksi di dalam negeri. Harga jual NMAX untuk versi ABS yakni Rp27,9 juta, sementara versi non-ABS Rp23,5 juta.

Namun, pihak Honda tampak tak ingin terburu-buru untuk segera menjadikan PCX sebagai produk lokal.

“Hingga saat ini, kami belum ada rencana untuk memproduksi PCX di Indonesia, karena permintaan skutik premium itu tidak sebanyak skutik biasa,” ungkap Deputy Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, kepada VIVA.co.id, Rabu 16 Desember 2015.

Mengenai harga, pria yang akrab disapa Muhib ini mengakui, bila PCX memiliki harga lebih mahal, bila dibandingkan dengan skuter matikpremium serupa, yakni Yamaha NMAX.

“Kalau harga, memang agak sedikit mahal, namun konsumen mengetahui kelebihan dari motor ini. Harga yang ditawarkan tentu sebanding dengan eksklusifitas yang didapatkan para konsumen, sehingga pasarnya tetap ada,” jelasnya.