PCX Sulit Berstatus "Motor Murah"

Pergerakan PT Astra Honda Motor (AHM) di segmen Skutik premium cukup dinantikan. Kompetitor, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) lumayan sukses menelurkan NMAX, yang langsung mengungguli PCX.

Pacitan, KompasOtomotif - Pergerakan PT Astra Honda Motor (AHM) di segmen Skutik premium cukup dinantikan. Kompetitor, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) lumayan sukses menelurkan NMAX, yang langsung mengungguli PCX.

Dari segi harga, PCX memang jauh lebih mahal dibandingkan NMAX. Faktor utamanya tentu saja PCX yang masih diimpor dari Vietnam, sedangkan NMAX sudah diproduksi di dalam negeri mampu menekan harga jual hingga di bawah Rp 30 juta.

PCX saat ini dibanderol dengan harga Rp 39,8 juta. Sementara NMAX non-ABS hanya dijual Rp 23,5 juta dan versi ABS dilepas Rp 27,9 juta. Rentang harga yang sangat jauh ini membuat penjualan NMAX melambung tinggi meninggalkan pesaingnya.

AHM bukan tidak memantau perkembangan segmen ini. Tapi, menurut Direktur Pemasaran, Margono Tanuwijaya, semua sedang dipelajari situasinya termasuk menghitung ulang berapa harga jual yang pas bila memang diproduksi secara lokal.

"Idealnya begini, kami sudah melakukan studi bahwa PCX itu berbeda dengan NMAX. Bisa saja diproduksi secara lokal, tapi bila tetap memberikan fitur-fitur yang terbaik, saya rasa harganya masih di atas Rp 30 juta," jelas Margono kepada KompasOtomotif, di acara Honda Bikers Day, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (21/11/2015).

Margono melanjutkan, saat ini dengan status impor PCX masih mampu laku terjual sekitar 500 unit per bulan. Angka tersebut dianggap masih lumayan mengingat model tersebut berada di pasar yang sempit.

"Kalau dengan impor saja masih 500 unit per bulan, itu artinya bagus. Tapi semua kemungkinan masih kita pelajari. PCX ini pasarnya unik, karena hanya orang yang mengerti saja yang membelinya. Pastinya kita tidak mau menurunkan spek PCX hanya untuk menekan harga jual," jelas Margono.